PANDUAN OSN MATEMATIKA SMA/MA
Seperti
umumnya kompetisi matematika yang serius, Olimpiade Sains Nasional Matematika
SMA/MA mengukur secara langsung tiga aspek berikut:
pemecahan
masalah (problem solving), penalaran (reasoning), dan komunikasi tertulis. Oleh
karena itu, persiapan calon peserta OSN semestinya berorientasi kepada
peningkatan kemampuan dalam ketiga aspek tersebut. Pemecahan masalah dipahami
sebagai pelibatan diri dalam masalah tidak-rutin (non-routine problem), yaitu
masalah yang metode penyelesaiannya tidak diketahui di muka. Masalah tidak-rutin
menuntut pemikiran produktif seseorang untuk menciptakan (invent) strategi,
pendekatan dan teknik untuk memahami dan menyelesaikan masalah tersebut.
Pengetahuan dan ketrampilan saja tidak cukup. Ia harus dapat memilih
pengetahuan dan ketrampilan mana yang relevan, meramu dan memanfaatkan hasil
pilihannya itu untuk menangani masalah tidak-rutin yang dihadapinya. Boleh jadi
seseorang secara intuitif dapat menemukan penyelesaian dari masalah matematika
yang dihadapinya. Bagaimana ia dapat meyakinkan dirinya (dan orang lain) bahwa
penyelesaian yang ditemukannya itu memang penyelesaian yang benar? Ia harus
memberikan justifikasi (pembenaran) untuk penyelesaiannya itu. Justifikasi yang
dituntut disini mestilah berdasarkan penalaran matematika yang hampir selalu
berarti penalaran deduktif. Peserta OSN Matematika SMA/MA perlu menguasai teknik-teknik
pembuktian seperti bukti langsung, bukti dengan kontradiksi, kontraposisi, dan
induksi matematika. OSN Matematika SMA/MA berbentuk tes tertulis. Oleh karena
itu, peserta perlu memiliki kemampuan berkomunikasi secara tertulis. Tulisan
haruslah efektif, yaitu dapat dibaca dan dimengerti orang lain serta menyatakan
dengan tepat apa yang dipikirkan penulis.
Selain itu,
OSN Matematika SMA/MA adalah tes dengan waktu terbatas. Ini berarti bahwa
peserta harus dapat melakukan ketiga hal di atas secara efisien. Sebelum
seseorang diundang untuk menjadi peserta OSN Matematika SMA/MA, ia harus
melewati setidaknya dua saringan terlebih dahulu, yaitu:
1. Seleksi tingkat
kota/kabupaten, berupa tes dengan format pilihan ganda dan isian singkat.
Setiap format terdiri dari masing-masing 10 soal dengan bobot yang sama. Tes
ini hanya menguji kemampuan pemecahan masalah.
2. Seleksi tingkat propinsi,
berupa tes dengan format isian singkat dan uraian. Ada 20 soal isian singkat
dan 5 soal uraian. Setiap soal isian singkat bernilai 1 angka, sedangkan setiap
soal uraian bernilai 7 angka. Ketiga kemampuan pemecahan masalah, bernalar dan
berkomunikasi mulai diuji pada tingkat ini. Kemampuan pemecahan masalah tetap menjadi
fokus pada seleksi ini. Bagian isian singkat akan diperiksa, dinilai dan
diurutkan terlebih dahulu. Bagian uraian yang diperiksa dan dinilai hanya untuk
peserta seleksi yang menempati urutan 400 terbaik secara nasional pada bagian
isian singkat. OSN Matematika SMA/MA sendiri akan dilangsungkan selama dua hari
berturutan. Setiap hari, peserta akan menghadapi masing-masing empat soal uraian.
Setiap soal bernilai sama, yaitu 7 angka.
0 comments:
Post a Comment